Senin, 26 Mei 2008

BELAJAR BISNIS IBARAT BELAJAR JALAN BAGI ANAK KECIL

BELAJAR BISNIS IBARAT BELAJAR BERJALAN
BAGI ANAK KECIL

Perjuangan anak kecil dalam berlatih berjalan patut kita contoh dan kita pelajari nilai filosofisnya. Anak kecil tidak terlalu mempermasalahkan berapa dia jatuh dan kebentur lantai dalam berlatih berjalan. Dia tetap mempunyai keberanian dan keteguhan untuk tetap mengulangi apa yang telah dikerjakannya. Tentu saja pengulangan pekerjaan yang dilakukan untuk yang kedua kalinya lebih hati-hati karena secara instinktif telah belajar dari kejadian yang dialami sebelumnya. Hal yang sering dijumpainya terkadang pengaruh lingkungan lebih memasung diri anak tersebut, lingkungan yang dimaksud disini adalah orang tua anak tersebut. Mereka banyak mengkawatirkan dengan kondisi anaknya yang sering jatuh berkali-kali. Keadaan seperti itulah yang dalam jangka panjang setelah dewasa sangat memberikan warna pada sikap dan kepribadian seseorang.


Filosofi tersebut sangat tepat apabila kita dapat mengambil pelajaran dengan menganalogikan kelahiran seorang entrepreneur. Entrepeneur dilahirkan dari tengah masyarakat dengan membawa pengalaman yang telah mengasah dan mempertajam intuisinya dalam usaha bisnis yang digelutinya. Instink bisnis adalah instink yang didapat dengan cara belajar. Semakin seringnya proses pengasahan pada waktu kecil akan mempermudah tajamnya intuisi pada saatmereka sudah besar. Ibarat pohon buah, apabila kita telah lama mencoba menabur ke tempat yang subur dan kkondusif, maka jangan heran apabila kita ke depan besok akan dapat memanen buah yang kita taburkan tersebut. Pada dasarnya tidak ada kesuksesan yang dapat diperoleh dengan instant dan tanpa rintangan. Kesuksesan merupakan buah kerja keras yang sudah dilakukan seseorang sebelumnya. Hanya saja tidak semua orang dapat memahami dan mengetahui kerja keras yang selama ini dilakukannya. Sebaliknya, kegagalan pada dasarnya tidak kita temukan dalam proses ini. Hal tersebut karena pada dasarnya kita semua melakukan pekerjaan sebagai suatu proses belajar berkesinambungan, sehingga apabila kita tidak berhasil bukan berarti gagal, tetapi merupakan sukses yang tertunda. Ingat sutau pepatah yang mengatakan bahwa “ Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Kesuksesan adalah suatu pilihan bagi orang yang selalu gigih memperjuangkan cita-cita, tetapi sebaliknya kesuksesan adalah nasib bagi orang yang malas dan kurang bergairah dengan perjuangan hidupnya dalam mengejar cita-cita. Kesuksesan bukan merupakan tujuan yang final dan sudah terhenti tetapi merupakan proses yang dinamis. Dengan demikian banyak kita jumpai orang yang tidak merasa sukses atau belum sukses karena orang tersebut mempunyai ukuran sendiri yang berbeda dengan ukuran orang yang menilai. Kata sukses terlalu simple untuk diucapkan tetapi begitu sulitnya diwujudkan dalam realisasi kehidupan di masyarakat. Peribahasa ada yang menyatakan “ Sungguh mudah untuk menjadi orang biasa tetapi begitu sulit menjadi orang yang luar biasa. Orang luar biasa adalah seseorang yang berbeda dengan orang pada umumnya karena mempunyai kemauan dan kemampuan yang lebih dari orang lainnya. Dengan demikian ada 2 kata kunci yang dapat menentukan seseorang itu dapat sukses yaitu kemauan dan kemampuan.



Kemauan & Kemampuan vs Kemalasan

Kemauan merupakan modal yang paling pokok dalam menjalankan suatu usaha. Kemauan dapat tumbuh seiring dengan motivasi dan dorongan dari dalam seseorang. Dorongan yang kuat akan muncul apabila ada harapan yang besar yang nantinya akan didapat oleh seseorang dari pekerjaan yang telah dan akan dikerjakannya. Ibarat suatu permainan, para pemain yang sebelumnya telah mengetahui bahwa mereka akan dapat hadiah yang besar ,maka dalam permainan yang dilakukannya sangat semangat dan tahan banting. Mereka telah membayangkan bahwa keberhasilan nampak didepan mata, sementara bagi orang lain sangat sulit untuk membayangkan keberhasilan tersebut. Dorongan motivasi yang kuat tersebut juga karena didorong oleh adanya impian yang nantinya akan dapat mengubah kehidupan yang akan dijalaninya.

Oleh karena itu kemauan merupakan factor yang paling urgen bagi kita dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis. Faktor yang turut menentukan lainnya yang berikutnya yaitu kemampuan. Manusia dilahirkna ke dunia ini telah disertai dengan segudang kemampuan. Walaupun kemampuan tersebut tentu saja akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman yang diperolehnya. Pendidikan dalam hal ini merupakan hal yang mutlak sangat diperlukan. Pendidikan yang dimaksudkan disini adalah pendidikan dalam arti yang luas, tidak hanya dalam pendidikan formal saja tetapi dimana saja, kapan saja kita harus dapat menarik pelajaran dari kejadian atau peristiwa yang dihadapi oleh orang tersebut. Kemampuan dimaksud lebih mengarah kepada suatu skill atau ketrampilan yang dibutuhkan yang nantinya akan dapat menunjang keberhasilan dari usaha yang dijalankannya. Skill disini mencakup baik dalam arti sempit maupun arti luas, yang meliputi skill dalam memanage diri seseorang sampai dengan skill dalam bidang-bidang yang nantinya akan dapat mengantar seseorang ke puncak kesuksesan.

Kemalasan merupakan lawan dari kemauan dan kemampuan. Kemalasan merupakan suatu penyakit yang harus dapat disembuhkan. Tidak ada rumus yang dapat mengantar keberhasilan selain ketekunan. Kemalasan akan mengantar kepada seseorang kepada kegagalan. Konsep yang dapat mematahkan kemalasan adalah ketekunan dan kedisiplinan. Ketekunan dalam menjalani bisnis yang dikerjakannya yang bernafaskan kedisiplinan merupakan formula ampuh untuk dapat menghantarkan kea rah kesuksesan. Dengan demikian dapat dikatakan sebagai seorang entrepreneur pada dasarnya melihat kesuksesan sebagai suatu pilihan yang dapat diusahakan. Kesuksesan bukan monopoli segelintir orang saja tetapi merupakan pilihan bagi semua orang yang mau mengusahakannya.


SurEn-Kedoengreja -Tambakreja Cilacap

Sidikan - Umbulharjo - Yogyakarta

19 February

Posted by AGUS SW



Minggu, 25 Mei 2008

CARA PANDANG MASYARAKAT FEODAL

Cara Pandang Masyarakat Kita tentang "Kerja"
Masyarakat menganggap orang yang sudah bekerja adalah mereka yang sudah diterima kerja sebagai PNS atau pekerja kantoran. Wiraswastawan lebih-lebih seorang enterpreneur yang berusaha menciptakan lapangan kerja tidak hanya untuk dirinya tetapi untuk orang lain tidak masuk dalam kategori yang sudah dianggap "bekerja". Lebih parah lagi banyaknya tuntutan dari para orang tua untuk menjadikan anaknya yang sudah selesi kuliah untuk mencari pekerjaan dengan menjadi pegawai. Cara pandang seperti itu hendaknya segera diubah. Wacana pemikiran para orang tua di masyarakat hendaknya secara perlahan harus diubah. Cara pandang yang konvensional dan sangat berbau feodalistik hendaklah ditinggalkan. Cara pandang atau mindset di kalangan orangtua harus diubah dengan memberikan wacana dan bukti sedemikian rupa akan kenyataan di lapangan yang ada di masyarakat kita.
PUPUKLAH CARA PANDANG ENTERPRENEUR
Enterpreneur sejati tidak pernah mati, jiwa usaha berkobar untuk membuka lebar-lebar kesulian ekonomi, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka tidak mengharapkan kerja resmi kantoran. Mereka ber jibaku untuk menciptakan lapangan kerja yang sangat diharapkan oleh orang lain yang masih menganggur. Bayangkan apabila semangat enterpreneur jiwa usaha ini berkobar dalam dada setiap lulusan generasi muda kita. Masalah pengangguran akan lebih mudah terselesaikan. Masalah pengangguran yang selama ini seperti benang kusut yang sulit dibenahi, akan sedikit teruraikan.
Tumbuhkanlah jiwa jiwa dan semangat usaha kepada generasi muda supaya struggle dalam menghadapi himpitan ekonomi. Tengoklah dunia luar, bangkitkan dan tunjukkan pada dunia bahwa kalian dapat menjadi mesin pencipta kerja bukan menjadi benalu yang menambah rentetan panjang pengangguran di Indonesia.
Mulailah cara pandang ini sekarang kita bangkitkan kepada semua orang terutama generasi muda supaya bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kemalasan, bangkit dari semangat kreativitas dan bangkit untuk menunjukkan pada dunia luar akan kobaran jiwa enterpreneur yang menggelora dalam dana generasi muda.